Jembatan Masinda, Pengabdian TNI Untuk Warga Kongo

Jembatan Masinda, Pengabdian TNI Untuk Warga Kongo

Puspen TNI – Prajurit Batalyon Zeni Tempur 10/JP/2 Kostrad yang tergabung dalam Satgas BGC TNI Konga XXXIX-G MONUSCO TA 2025 sukses menyelesaikan pembangunan Jembatan Masinda di wilayah Bavonkutu, Kongo. Proyek ini merupakan bagian dari Quick Impact Project (QIP) yang diinisiasi oleh staf Civil Military Coordination (CIMIC) sebagai wujud nyata implementasi mandat Protection of Civilians (POC). Jumat (17/04/2026).

 

Jembatan Masinda memiliki peran sentral sebagai penghubung utama antara Desa Bavonkutu dan Desa Mukasila yang berada di bawah kepemimpinan komunitas Chieffery Walese-Vonkutu. Pengerjaan proyek ini dimulai sejak 24 November 2025 di bawah pengawasan ketat Mayor Inf Depari selaku Komandan Kompi sekaligus penanggung jawab wilayah Area of Responsibility (AOR) Komanda.

 

Melalui koordinasi Kapten Czi Deni dan 20 personel Tim Zeni INDORDB 39-G, desain jembatan sempat mengalami perubahan pelebaran agar lebih kokoh dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

 

Setelah proses pengerjaan selama lima bulan, proyek QIP CIMIC INDORDB XXXIX-G MONUSCO ini resmi diresmikan oleh Head of Office (HOO) MONUSCO bersama Bupati Irumu. Dihadiri unsur PID NS, Political Affairs, Human Rights, UNDSS FSCO, hingga otoritas lokal dan para kepala desa.

 

 

 

Sumber : Puspen TNI

 

 

#tniprima

#tnipatriotnkri

#nkrihargamati

#tnikuatrakyatbermartabat

#TNIyangPRIMA

#tnirakyat

#indonesiamaju

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *